Tanggal : 01-10-2019


Imunisasi merupakan upaya preventif. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menggelar acara yang bertajuk imunisasi. Program Serentak Bergerak Lindungi dengan Imunisasi (Seger Limun)adalah terobosan baru dalam mencapai imunisasi lanjutan Baduta 95%. Kegiatan telah dilaksanakan kurang lebih dua bulan dengan membentuk tim Seger Limun yang beranggotakan Kader Imunisasi, Ketua TP PKK Desa, Promotor Kesehatan, Bidan wilayah, Koordinator Imunisasi, Kepala Puskesmas sebagai koordinator lapangan. Dengan mengantongi  SK Kepala Dinas Kesehatan No.1884/93/VIII/2019 tentang Pembentukan Tim Seger Limun semua anggota tim bekerja secara maksimal.
Berawal dari terbentuknya kader imunisasi di desa dengan bekal Buku KIE Imunisasi saya lebih percaya diri dalam memberikan penyuluhan tentang imunisasi, menurut penuturan salah seorang kader. WA group dibuat sebagai sarana koordinasi antar anggota tim. Kegiatan yang dilaksanakan di posting melalui group imunisasi. Dalam sambutan pengarahannya Camat Kutoarjo Sumarjono mengatakan bahwa perlu adanya kepedulian dari berbagai sektor.
Pembentukan Tim Seger Limun di dua lokus. Terbentuknya kader imunisasi di desa dengan kegiatan: Pendataan sasaran bayi dan balita di wilayah melalui Sistem Informasi Posyandu. Bidan wilayah memasukkan semua sasaran dalam kohort  bayi dan balita. Kader Imunisasi melakukan penyuluhan imunisasi dengan media buku KIE di pertemuan PKK, Dasa wisma, posyandu. Pedekatan dan edukasi personal kepada warga yang masih belum mau mengimunisasikan bayi balitanya. Mencatat sasaran baduta yang belum imunisasi untuk dilaporkan ke bidan wilayah. Membuat jadwal imunisasi di desa.
“Terbukti bahwa dengan adanya tim Seger Limun mewujudkan capaian imunisasi lanjutan sesuai target. Terjadi percepatan dalam pencapaian program”
Herd  Immunity
Imunisasi memberikan kekebalan baik secara individu, kelompok, masyarakat dan Dunia. Herd Immunity  atau kekebalan kelompok akan terbentuk jika capaian imunisasi minimal 95%. Universal Child Imunitation (UCI) merupakan indikator imunisasi tatkala jumlah bayi dengan imunisasi lengkap mencapai minimal 85%. Kabupaten Purworejo masih terdapat 2 desa non UCI. Namun upaya terus dilakukan dengan menggandeng MUI dan Kementerian Agama. Sosialisasi juga dilakukan melalui acara di Car Free Day  (CFD) dengan membagikan bendera berisikan pesan imunisasi.  Dengan mengajak promotor kesehatan di semua puskesmas juga organisasi profesi giat imunisasi dapat dilakukan secara maksimal. Harapan nya di akhir tahun 2019 semua desa dapat mencapai UCI. Himbauan dari Kepala Bidang P2PL dr. Darus bahwa masing-masing desa harus mencapai UCI. “Kepala desa harus mengetahui berapa jumlah bayi  dan baduta  yang sudah mendapat imunisasi lengkap, melakukan pendekatan personal bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama sehingga masyarakat menyadari bahwa imunisasi bukan merupakan kepentingan individu namun juga kepentingan masyarakat”, demikian lanjutnya.
Pada kesempatan ini Camat Kutoarjo juga menyerahkan  piagam penghargaan bagi sekolah yang sudah mencapai BIAS Campak 100 persen pada bulan September 2019. Sekolah Dasar (SD) yang mendapatkan capaian 100 persen  berjumlah 12 SD dari 14 SD yang ada di wilayah Puskesmas Wirun. SD tersebut adalah SDN 1 WIRUN, SDN 2 WIRUN, SDN 3 WIRUN, SDN TURSINO, SDN KARANGREJO, SDN KALIGESING, SDN KEMADU LOR, SDN TEPUS WETAN, SDN TEPUS KULON, SDN 1 PACOR, SDN 2 PACOR dan SDN TUNGGORONO.
Bagi semua kader imunisasi di berikan piagam penghargaan oleh Kepala Bidang P2PL, juga bagi baduta dengan imunisasi lanjutan lengkap diberikan sertifikat imunisasi  oleh Kepala Puskesmas Wirun yang di buat sampai dengan kelas 5 SD saat BIAS Td. Sertifikat imunisasi sebagai dokumen resmi catatan imunisasi status 5 T, artinya bahwa dengan status 5 T, maka akan memberikan perlindungan terhadap penyakit tetanus dan difteri selama 25 tahun, sehingga jika seorang wanita ingin menikah tidak perlu imunisasi Td saat Calon Pengantin.  Bagi Tim Seger Limun diberikan cinderamata berupa mug berisi pesan imunisasi. 
Kegiatan evaluasi ini di tutup dengan closing statement oleh Kepala Bidang P2PL agar setiap desa memastikan semua sasaran terimunisasi dengan lengkap, mengingat masih adanya kasus penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi (PD3I). Adanya surat edaran dari Kementrian Kesehatan bahwa dilaporkan ada kasus Polio di Filipina, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya terhadap merebaknya kasus tersebut dengan mempertahankan cakupan imunisasi secara tinggi dan merata, paparnya (Seksi P3KLB, Oktober 2019)