Tanggal : 15-09-2019


Dinas Kesehatan menggelar acara sosialisasi pentingnya imunisasi yang merupakan rangkaian kegiatan SERENTAK BERGERAK LINDUNGI DENGAN IMUNISASI (SEGER LIMUN). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penyebarluasan informasi yang aktual mengenai program imunisasi. Pada saat ini marak adanya isu di masyarakat bahwa imunisasi adalah haram karena bersinggungan dengan unsur bahan haram dan belum ada sertifikat halal dalam kemasan. Ada beberapa kelompok dimasyarakat yang belum mengetahui tentang kejelasan informasi imunisasi. Dinas Kesehatan sudah berupaya dengan menggandeng MUI Propinsi dan Kabupaten juga melibatkan Kementerian Agama untuk melakukan advokasi, koordinasi dan sosialisasi bersama dalam setiap kesempatan.
Pada kegiatan sosialisasi yang secara serentak dilaksanakan dengan menggandeng semua Promotor Kesehatan yang ada di Puskesmas bersama tim Dinas Kesehatan (P3KLB, P2, Promkes) dan juga melibatkan organisasi profesi (IBI Cabang Purworejo). Beberapa kegiatan yang di laksanakan diantaranya adalah pawai dengan membawa spanduk bertuliskan imunisasi dan pemberian bendera berisikan pesan imunisasi, pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim Puskesmas Purworejo dan hiburan organ tunggal. Bagi peserta yang sudah mampir diberikan paket berisikan contoh snack GERMAS (buah dan makanan lokal). Turut membuka dan memberikan sambutan adalah Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Promosi dan Kemitraan Kesehatan Drg. Eko Kadiyanti. “Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang paling efektif dan efisien dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak agar terlindungi dari penyakit spesifik yaitu TBC, Hepatitis B, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak, Rubella, Meningitis dan Pnemonia. Lebih baik dan murah upaya pencegahan daripada pengobatan”, tandasnya. 
Turut hadir dari koordinator imunisasi Puskesmas Purworejo Purnama Sitindaon, A.M.Keb bahwa tujuan imunisasi adalah upaya pencegahan yang spesifik, tidak ada penggantinya karena memang khusus untuk penyakit-penyakit yang sangat menular dan membahayakan bagi anak. Lindungi bangsa ini dari generasi yang lemah. Tetap berikan imunisasi sesuai jadwal, HB0 saat 2 jam setelah lahir, BCG dan Polio1 saat usia 1 bulan, DPT-HB-Hib1 dan Polio2 saat usia 2 bulan, DPT-HB-Hib2 dan Polio3 saat usia 3 bulan, DPT-HB-Hib3 dan Polio4 saat usia 4 bulan, IPV usia 6 bulan dan MR usia 9 bulan. Setelah 18 bulan kekebalan akan menurun untuk perlu di berikan lagi imunisasi lanjutan/boster yaitu MR dan DPT-HB-Hib. Imunisasi dapat di peroleh di posyandu gratis, demikian menurutnya.
Acara ini di akhiri dengan himbauan dari Kepala Seksi P2 Triyo Darmaji agar selalu memeriksakan kesehatan bagi keluarga dan putra – putri kita secara rutin melalui POSBINDU gratis di wilayah masing-masing. Tujuan dari pemeriksaan kesehatan adalah upaya skrining atau deteksi dini sehingga dapat mengetahui jika ada resiko atau keluhan penyakit dan secara dini dilakukan pengobatan juga pencegahannya. Salah satu diantara dengan imunisasi. Mari kita ciptakan generasi yang kuat, keluarga sehat, kelurahan/desa sehat, Kecamatan sehat, Propinsi sehat untuk Indonesia lebih sehat, demikian Triyo Darmaji mengakhiri sambutannya. Bagi pengunjung diberikan kuesioner untuk mengukur pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya imunisasi. (Seksi P3KLB, September 2019)