Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo

Media Informasi

1. Tanggal : 28-11-2019 Jam : 08::59

KEGIATAN AUDIT MATERNAL PERINATAL (AMP) KABUPATEN PURWOREJO

Audit maternal Perinatal/ Neonatal tingkat kabupaten merupakan serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah kesakitan atau kematian serupa di masa yang akan datang. Analisis pemberian pelayanan atas suatu kejadian kesakitan atau kematian tersebut dilakukan secara sistematik dan anonym oleh para pengkaji yang berasal dalam maupun luar wilayah kabupaten setempat.
Sebagian besar kematian dapat dicegah melalui pelayanan antenatal yag mampu mendeteksi dan menangani kasus resiko tinggi secara memadai, pertolongan persalinan yang bersih dan aman serta pelayanan rujukan kebidanan/ perinatal yang terjangkau pada saat diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan konsep Audit Maternal Perinatal.
    Tujuan Umum :
Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan (KIA) di tingkat Kabupaten dalam rangka menurunan angka kematian maternal dan perinatal.
Tempat dan Waktu pelaksanaan :
Hari        : Jum’at, 
Tanggal        : 8 Nopember 2019
Tempat        : Ruang Dokter RSUD Tjitrowardojo
          Jl. Jendral Sudirman No. 60, Purworejo
Peserta Tim AMP Kabupaten Purworejo.

Selengkapnya
2. Tanggal : 27-11-2019 Jam : 08::21

Pelatihan Pengelola Barang Jasa dengan Metode “Blended Learning” Di Balai Diklat PUPR V Jogyakarta

Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Kepegawaian Daerah mengirimkan 30 orang PNS untuk mengikuti Pelatihan Pengelola Barang Jasa dengan Metode “Blended Learning” termasuk 10 Orang dari Dinas Kesehatan. Output pelatihan ini adalah SDM Pengelola Barang Jasa yang profesional, peningkatan kinerja dalam pengadaan yang efisien, efektif, tranparan, adil dan akuntabel.

Selengkapnya
3. Tanggal : 27-11-2019 Jam : 08::16

SIMULASI PENANGANAN BAHAYA KEBAKARAN PADA GUDANG FARMASI DINAS KESEHATAN

Guna mengantisipasi terjadinya resiko bahaya kebakaran ruangan / gedung kantor gudang farmasi Dinas Kesehatan, Staf Seksi Sediaan Farmasi, Makanan / Minuman dan Perbekalan Kesehatan mengadakan simulasi penanganan bahaya kebakaran, dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
    Simulasi dilakukan dengan mempraktekkan cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memang sudah disiapkan untuk mengantisipasi bahaya kebakaran. Tujuannya adalah untuk :
a.    menerapkan SOP Penanggulangan Bahaya Kebakaran
b.    menguji kinerja APAR,
c.    serta agar karyawan/ staf bisa sesegera mungkin bertindak menggunakan APAR jika terjadi kebakaran.
    Pada saat ini, di gudang farmasi tersedia 8 tabung APAR kapasitas 4,5 kg. Tersedianya APAR dalam jumlah yang cukup serta berfungsi dengan baik, ditunjang dengan kemampuan pegawai dalam penggunaannya. Maka  harapannya jika terjadi bahaya kebakaran dapat segera dikendalikan.

Selengkapnya
4. Tanggal : 26-11-2019 Jam : 14::21

LATIH KADER TBC UNTUK CARI KASUS TUBERKULOSIS AKTIF

Kader memiliki peran dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC). Strategi penemuan kasus secara aktif massif membutuhkan dukungan kader untuk melakukan pelacakan kasus, investigasi kontak, serta skrining pada masyarakat. Kader sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan, diharapkan mampu mengedukasi dan memotivasi masyakarat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan baik diri sendiri maupun orang lain disekitarnya.
Kader TBC yang hadir dilatih bagaimana agar dapat berkomunikasi dengan pasien TBC dan keluarganya, memberikan motivasi agar pasien konsisten minum obat dan selalu menggunakan masker untuk mencegah penularan terhadap anggota keluarga yang lain. Keluarga pasien TBC juga dilakukan skrining, jika ada yang batuk atau memiliki tanda gejala penyakit TBC, kader akan memberikan pot dahak serta menyarankannya untuk periksa lebih lanjut ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.
Kerjasama yang baik harus terjalin antara kader TBC dengan petugas puskesmas. Hasil skrining TB oleh kader TBC dilaporkan ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan dan pencatatan. Begitu juga sebaliknya, petugas puskesmas menginfokan data pasien TBC kepada kader untuk dilakukan investigasi kontak.
Adanya kader TBC di setiap desa, dapat mempercepat penjaringan dan penemuan kasus TBC aktif. Dengan demikian eliminasi TBC di Kabupaten Purworejo tahun 2030 dapat terwujud.

Selengkapnya
5. Tanggal : 26-11-2019 Jam : 08::11

PERTEMUAN ORIENTASI SURVEILANS DAN PEMUTAKHIRAN DATA PUSKESMAS

Dilaksanakan pada hari selasa - rabu tanggal 26 - 27 Nopember 2019 di hotel Suronegaran jl. Urip dumoharjo Purworejo.  Peserta sebanyak 27 orang petugas gizi Puskesmas dan 3 orang dari Dinas kesehatan kabupaten. Narasumber kegiatan ini terdiri dari: 2 orang dari dinas kesehatan Propinsi dan 4 orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi,  praktek entry data, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Materi yang disampaikan : 1. Kebijakan program perbaikan gizi.  2. Hasil evaluasi pelaksanaan surveilans gizi melalui pemutahiran data tingkat propinsi.    3. Kebijakan program perbaikan gizi masyarakat kabupaten purworejo.    4. Konsep dasar surveilans gizi.   5. Hasil evaluasi pelaksanaan surveilans gizi melalui pemutahiran data tingkat Kabupayen purworejo.  6. Penyusunan tindak lanjut pelaksaan surveilans gizi melalui pemutahiran data.

Selengkapnya
6. Tanggal : 25-11-2019 Jam : 09::00

PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS KESEHATAN DALAM STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ( SDIDTK ) KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2019

Upaya pembinaan kesehatan anak diarahkan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental dan sosial anak sejak dalam kandungan dengan perhatian khusus kepada kelompok balita yang merupakan masa kritis atau ”periode emas” proses tumbuh kembang.
Kualitas generasi penerus tergantung kualitas tumbuh kembang anak, terutama batita (0-3 th). Dimana pada masa tersebut merupakan fase perkembangan OTAK yang sangat pesat.
Keluarga harus mengupayakan agar anaknya dapat tumbuh kembang optimal, penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi (ditemukan) sejak dini, terutama sebelum berumur 3  tahun,  supaya dapat segera di intervensi (diperbaiki). Bila deteksi terlambat, maka penanganan terlambat, penyimpangan sukar diperbaiki. Untuk meningkatkan kemampuan Petugas dalam stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang sehingga perlu peningkatan kapasitas petugas kesehatan dalam Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang ( SDIDTK) bagi bayi, balita, dan anak prasekolah.
Tempat dan Waktu pelaksanaan :
Hari        : Senin - Selasa,
Tanggal        : 25 -26 Nopember 2019,
Tempat        : Aula 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo ,
Alamat        : Jl. Mayjend Sutoyo No. 17, Purworejo.
Peserta pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Dalam Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang  sebanyak 81 orang terdiri dari bidan / perawat seluruh puskesmas se kabupaten Purworejo. Masing-masing puskesmas 3 (tiga) orang.

Selengkapnya
7. Tanggal : 23-11-2019 Jam : 08::09

PERTEMUAN PENINGKATAN PETUGAS GIZI PUSKESMAS TENTANG SURVEILANS GIZI DAN PELAYANAN GIZI.

Dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 nopember 2019 di bale aljannah jl. Jend. A. Yani purworejo. Kegiatan dimulai jam 07.30 sampai delesai. Diikuti oleh seluruh petugas gizi Puskesmas dan DKK sebanyak 35 orang. Tujuan umumnya: terkoordinasinya kegiatan surveilans gizi dan pelayanan gizi di kabupaten Purworejo.  Sedangkan tujuan khususnya :  1.Terlaksananya kegiatan durveilans gizi di Kabupaten Purworejo.   2.Memberikan motivasi petugas gizi dalam pelayanan gizi     3.meningkatkan kerjasama team work dalam pelayanan gizi. Narasumber berasal dari Bapelkes Semarang 2 orang dan dari DKK

Selengkapnya
8. Tanggal : 20-11-2019 Jam : 10::08

DINKES KABUPATEN PURWOREJO TERUS GENCARKAN UPAYA ELIMINASI TUBERKULOSIS

Dalam rangka eliminasi tuberkulosis (TBC) tahun 2030, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo lakukan berbagai upaya, salah satunya sosialisasi District Based Public Privat Mix (DPPM). Kegiatan tersebut mengundang seluruh klinik dan rumah sakit di Kabupaten Purworejo, baik negeri maupun swasta. DPPM merupakan suatu jejaring layanan kesehatan dalam satu kabupaten dengan tujuan semua fasyankes mampu melayani TBC, sehingga pasien TBC dapat ditemukan, diobati sesuai standar, dan tercatat.
Total klinik dan rumah sakit di Kabupaten Purworejo sebanyak 62, namun hanya 35 diantaranya yang sudah melayani TBC sesuai dengan DOTS. Hal tersebut berpotensi terjadi hilangnya data (missing case) pasien TBC dan meningkatnya penularan TBC.
dr. Ratna Ekasari, M.Kes selaku narasumber dalam pertemuan tersebut menyampaikan, “Tuberkulosis bukan hanya tugas Petugas DOTS, atau faskes yang sudah DOTS, namun semuanya pihak terlibat. Bahkan tidak hanya institusi kesehatan, institusi lain pun juga terlibat, misalnya Kemenag, institusi pendidikan, dan lain-lain”.
Dalam penanganan TBC, banyak kendala yang terjadi dilapangan, salah satunya terkait rujukan pasien TBC. Oleh karena itu Dinkes Kabupaten Purworejo juga turut mengundang BPJS Kesehatan dalam kegiatan sosialisasi DPPM tersebut.
“Pasien TBC tanpa komplikasi harus selesai ditangani di FKTP”, ujar Singgih May Cahyanto.
Pasien TBC berhak mendapatkan pelayanan dan pengobatan secara gratis. Dengan demikian diharapkan setiap orang yang beresiko atau memiliki gejala TBC mau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar segera mendapatkan penanganan.
Semakin banyak pasien TBC ditemukan, semakin cepat upaya penanganan dan pencegahan penularan TBC.

Selengkapnya
9. Tanggal : 20-11-2019 Jam : 08::55

HUT KE 20 DHARMA WANITA TK. KAB. PURWOREJO

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-20 Dharma Wanita Persatuan Tk. Kabupaten Purworejo diselenggarakan Lomba Menyanyi Bersama lagu Mars Dharma Wanita yang diikuti 40 paduan suara yang berasal dari Perangkat Daerah. Kegiatan tersebut bertujuan Membina anggota, memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan menyanyi, menjalin hubungan silahturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial antar Anggota Dharma Wanita Se-Kab. Purworejo. Terpilih sebagai Juara I Dindikpora, Juara II Kec. Banyuurip dan Juara III Paduan Suara Gita Husada dari Dinas Kesehatan.

Selengkapnya
10. Tanggal : 19-11-2019 Jam : 08::23

RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN PERATURAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Dinas Kesehatan melalui bagian keuangan melaksanakan koordinasi penyusunan Peraturan Kebijakan Akuntansi dengan mengundang Perwakilan BPPKAD, Bagian keuangan RS dr. Tjitrowardojo dan Bendahara UPT Puskesmas. Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipillih untuk mengatur definisi, pengakuan, pengukuran dan pengungkapan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan sehingga informasi yang disajikan dapat memberikan informasi kepada pengguna laporan keuangan antara lain Pemerintah Daerah, lembaga pemeriksa/pengawas dan bahkan masyarakat secara transparan dan akuntabel.

Selengkapnya
11. Tanggal : 18-11-2019 Jam : 14::24

KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS DALAM PELAYANAN IMUNISASI BAGI PELAKSANA IMUNISASI / SAFE INJECTION DI PUSKESMAS SE KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2019

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.  Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.  Indonesia telah dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada tahun 1978. Hal ini merupakan bukti keberhasilan dari program imunisasi di Indonesia. Penyelenggaraan imunisasi telah di atur dalam Permenkes No.12 Tahun 2017 tentang Penyenggaraan Imunisasi. Pemerintah Pusat dan Daerah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan imunisasi. Penyelenggaraan yang dimaksud terdiri dari: a. Perencanaan, b. Penyediaan dan Distribusi Logistik, c. Penyimpanan dan Pemeliharaan Logistik, d. Penyediaan Tenaga Pengelola, e. Pelaksanaan Pelayanan, f. Pengelolaan Limbah, dan g. Pemantauan dan Evaluasi. Dalam menunjang keberhasilan dan peningkatan pelaksanaan imunisasi harus selalu di perhatikan keamanan dan mutu vaksin serta penyuntikan yang aman. Pelatihan Safe Injection adalah upaya untuk memberikan pelatihan kepada petugas pelaksana imunisasi di puskesmas agar dapat melaksanakan kegiatan imunisasi dengan mengingat 3 prinsip yaitu: aman untuk sasaran, aman untuk pelaksana dan aman untuk lingkungan.
Kegiatan ini di buka oleh Kepala Bidang P2PL dr. Darus dengan memberikan arahan agar pelaksanaan imunisasi sesuai dengan SOP, memperhatikan reaksi pasien, memperhatikan lingkungan yaitu limbah berupa alat suntik dan harus membawa anafilaktik shock kit. Kabid P2PL juga memberikan materi mengenai kebijakan Program Nasional tentang imunisasi. Narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah Ketua Pokja KIPI dari RSUD dr.Tjitrowardojo, Kepala Seksi P3KLB dan Pelaksana teknis imunisasi serta pengelola cold chain. Peserta dalam kegiatan ini adalah bidan pembina wilayah sebagai penanggungjawab pencatatan dan pelaporan dan pelaksana imunisasi sebagai petugas teknis pelaksana imunisasi. Adapun materi yang di berikan adalah Tindakan Penyuntikan yang Aman dan Perawatan Rantai Dingin, juga Penatalaksanaan KIPI dan Pelayanan Imunisasi.
Narasumber dr.Nurul Hadi, SpA selaku ketua Pokja KIPI
Selanjutnya di akhir pelatihan di laksanakan praktik pelayanan imunisasi sehingga dapat memberikan gambaran nyata mengenai pelayanan imunisasi di puskesmas. Harapan dari kegiatan ini adalah bidan pembina wilayah memahami dan melaksanakan pelayanan sesuai dengan kewajibannya dengan di sertai analisis hasil capaian kinerja wilayah. Dapat menghitung UCI Desa/Kelurahan sebagai indikator dalam pelayanan imunisasi. Saat ini masih merebak adanya kelompok penolakan imunisasi di masyarakat. Bidan wilayah juga harus melaporkan dan memberikan pendekatan personal bekerjasama dengan kader imunisasi, ketua TP PKK desa, promotor kesehatan dan juga koordinator imunisasi. Pertemuan ini di akhiri dengan pemberian reward bagi peserta yang mendapatkan nilai post test 3 terbaik. (Seksi P3KLB)

Selengkapnya
12. Tanggal : 13-11-2019 Jam : 08::25

RAPAT KOORDINASI KEPEGAWAIAN

Dinas Kesehatan melalui Bagian Kepegawaian melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas, isu yang menjadi pokok bahasan pada Rapat Koordinasi Kepegawaian 2019 adalah terkait pelaksanaan Sistem Merit sebagai dasar pengembangan karir untuk ASN. Sekretaris Dinas saat membuka acara menyampaikan Setidaknya ada tiga hal yang menjadi pokok dasar Sistem Merit yaitu Klasifikasi, Kompetensi, dan Kinerja. Dengan pelaksanaan merit sistem ini, tentu diyakini performa kinerja pegawai akan lebih meningkat dan terjadi percepatan reformasi birokrasi “Spirit UU ASN adalah spirit dari reformasi birokrasi, termasuk pada bidang manajemen SDM, di era reformasi birokrasi harus ada prinsip transparan, semua bisa dipertanggungjawabkan sebagai bentuk laporan terhadap publik.

Selengkapnya
13. Tanggal : 12-11-2019 Jam : 09::00

Rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55 Tahun 2019

Wujudkan “Generasi Sehat Indonesia Unggul” merupakan Tema besar Hari Kesehatan Nasional Ke-55 Tahun 2019. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melaksanakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 untuk mendukung terciptanya Sumber Daya yang Sehat, bermutu dan berkualitas diantaranya Seminar kesehatan “ Bebas Asap Rokok”, Donor Darah dan Jalan sekaligus Senam bersama.//sehat milik kita//

Selengkapnya
14. Tanggal : 12-11-2019 Jam : 08::57

PENGHARGAAN TENAGA KESEHATAN TELADAN DAN FASILITAS KESEHATAN TK. PERTAMA BERPRESTASI TK. PROVINSI JAWA TENGAH

Dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 Tk. Provinsi Jawa Tengah, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan, dalam kegiatan tersebut perwakilan Kabupaten Purworejo terpilih sebagai Peringkat I Kategori Dokter yaitu dr. Budi Susanti, M.Sc, peringkat II Kategori Bidan Agung Nur Cahyani, Amd. Keb., peringkat II Fasilitas Kesehatan Tk. Pertama Kategori Puskesmas Pedesaan yaitu UPT Puskesmas Loano.
 Pemilihan tenaga kesehatan teladan di Puskesmas diharapkan dapat menjadi satu motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan bekerja di Puskesmas sehingga dapat menjadi pendorong terciptanya tenaga kesehatan yang mempunyai sikap nasionalis, etis dan professional, memiliki semangat pengabdian yang tinggi, berdisiplin, kreatif, berilmu, terampil, berbudi luhur serta dapat memegang teguh etika profesi.

Selengkapnya
15. Tanggal : 12-11-2019 Jam : 08::50

Spot rumah gizi di dusun munggangsari desa plipiran kecamatan bruno

Spot rumah gizi di dusun munggangsari desa plipiran kecamatan bruno pada hari selasa tanggal 12 Nopember 2019. Diikuti oleh 5 ibu hamil dan 15 balita usia 6 sampai 24 bulan terutama yang punya masalah gizi (stunting, gizi buruk atau gizi kurang). Ibu balita  diajari cara pemberian makan balita sesuai dengan umurnya dan ibu hamil di ajari cara pemberian makan pada ibu hamil  sesuai dengan umurvkehamilannya. Sekaligus praktik membuat makanan untuk balita dan ibu hamil. Balita ditimbang dan diukur panjang badannya serta lingkar lengan atas nya. Ibu hamil juga diukur Berat Badan dan Tinggi  badan serta lingkar lengan atasnya. Dari hasil pengukuran di beri penyuluhan oleh kader termasuk cara pemberian makannyacdi rumah

Selengkapnya
16. Tanggal : 09-11-2019 Jam : 08::27

Koordinasi dan Sinkronisasi Ranperda Tarif Layanan RS Kelas C di LPPM UNS Surakarta

Dalam rangka menyelaraskan Rancangan Peraturan Daerah Tarif Layanan RS Kelas C Purworejo, Tim penyusun Naskah Akademik melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi dengan perwakilan Dinas Kesehatan. Naskah Akademik merupakan alasan-alasan, latar belakang, atau fakta tentang hal-hal yang mendorong sesuatu masalah atau urusan pemerintah daerah yang dipandang penting dan mendesak untuk diatur dalam sebuah peraturan daerah. Hasil penelitian dalam Naskah Akademik itulah yang menjadi data ataupun informasi yang melatarbelakangi apa urgensi para pembentuk peraturan daerah perlu membuatnya dan apakah peraturan daerah tersebut memang diperlukan oleh masyarakat sebagai suatu kajian yang bersifat akademik, sesuai dengan prinsip-prinsp pengetahuan yakni: rasional, kritis, objektif, dan impersonal. Sehingga pertimbangan yang melatarbelakanginya tentulah berisi ide-ide normatif yang mengandung kebenaran ilmiah dan diharapkan terbebas dari kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi atau kelompok, kepentingan politik golongan, kepentingan poltik kepartaian, dan sebagainya.

Selengkapnya
17. Tanggal : 07-11-2019 Jam : 09::02

RAPAT KONSULTASI PP 72 TAHUN 2019

Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan konsultasi di Bagian Organisasi Setda. Provinsi Jawa Tengah, terkait berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 18 perihal Perangkat Daerah yang mengamanatkan perubahan dalam laporan pertanggungjawaban Direktur rumah sakit Daerah kabupaten/kota dalam pengelolaan keuangan, kepegawaian dan barang milik Daerah kepada kepala dinas yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan di bidang kesehatan. Perubahan tata organisasi akan diikuti struktur dan pola kinerja terhadap pelayanan masyarakat yang lebih dinamis dan profesionalisme.

Selengkapnya
18. Tanggal : 06-11-2019 Jam : 14::39

EVAKUASI PASIEN ODGJ OLEH TIM PSC 119

Pada tanggal 6 November 2019 Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Purworejo melaksanakan evakuasi terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa yang membutuhkan pertolongan untuk dirujuk ke rumah sakit. PSC bekerjasama dengan Ormas Berita Purworejo Terbaru (BPT) dan masyarakat berhasil mengevakuasi pasien ODGJ dalam keadaan hamil dengan lancar. Masyarakat yang mengalami kasus kegawatdaruratan dan perlu pertolongan bisa menghubungi Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Purworejo dengan menghubungi Nomor telepon 0275 325141 atau 081 295 867 119.

Selengkapnya
19. Tanggal : 06-11-2019 Jam : 08::49

Spot rumah gizi Dilaksanakan di desa sidorejo kecamatan purworejo

Spot rumah gizi. Dilaksanakan di desa sidorejo kecamatan purworejo pada hari rabu tanggal 6 nopember 2019. Balita yg berumur 6 bulan sampai umur 24 bulan terutama yang mempunyai masalah gizi (sebanyak 20 orang) dikumpulkan terus ditimbang dan diukur panjang badannya. Kemudian diberi penyuluhan oleh kader  serta perihal hasil timbangan dan panjang badannya serta diberi tahu cara memberikan makanan yang baik dan benar sesuai dengan umur balita. Dan dipraktekkan cara memasak makanannya. Diharapkan kalau dirumah bisa dipraktekkan oleh ibu balita.

Selengkapnya
20. Tanggal : 04-11-2019 Jam : 07::48

PELATIHAN SIMPUS DI PUSKESMAS PITURUH 04 NOVEMBER 2019

Pada hari senin tanggal 04 November 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melalui Seksi Manajemen Infromasi mengadakan kegiatan pertemuan pelatihan simpus di puskesmas pituruh. Acara dihadiri oleh petugas pengelola simpus puskesmas pituruh. Pelatihan ini dinarasumberi oleh Agoes Irdianto selaku pengelola simpus dinas kesehatan kabupaten purworejo dalam pelatihan simpus tersebut bertujuan untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang lebih baik dan mengelola data dengan baik.

Selengkapnya
21. Tanggal : 01-11-2019 Jam : 08::14

MENUJU SUKSES BIAS TAHUN 2019 TIM IMUNISASI LAKUKAN KOORDINASI BERSAMA

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo telah melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan Purworejo Sehat salah satunya dengan mensukseskan Program BIAS Tahun 2019. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan secara optimal kepada anak usia SD dan sederajat. Kegiatan BIAS sudah diawali pada bulan September dengan pemberian imunisasi campak bagi anak kelas satu baru yang duduk di SD dan sederajat. Hasil capaian BIAS Campak bulan September 2019 adalah 97,6 persen. Angka ini lebih rendah dari tahun 2018 yaitu  98,1 persen. Namun ada empat puskesmas dengan capaian 100 persen yaitu puskesmas Banyuasin, puskesmas Bragolan, puskesmas Ngombol dan puskesmas Seborokrapyak. Sukses BIAS Campak 100 persen tentunya merupakan hasil kerja maksimal dari semua elemen.
Pada kesempatan ini juga diberikan Piagam Penghargaan bagi Puskesmas yang mencapai 100 persen BIAS Campak 2019.
Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya suatu penyakit melalui imunisasi. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini mempunyai beban ganda {double burden) yaitu beban masalah penyakit menular dan penyakit degeneratif. Pemberantasan penyakit menular sangat sulit karena penyebarannya tidak mengenal batas wilayah administrasi. Imunisasi merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah lain yang terbukti sangat cost effective. Dengan imunisasi, penyakit cacar telah berhasil dibasmi dan Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada tahun 1974.
Cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata di seluruh wilayah termasuk juga cakupan imunisasi BIAS. BIAS merupakan upaya mempertahankan atau meningkatkan kekebalan tetap tinggi saat anak usia sekolah dasar (SD) dan sederajat yaitu sebanyak 3 kali pemberian dengan vaksin campak di klas 1 SD dan DT dan Td di usia klas 1, 2 dan 5 SD. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan terjadinya daerah kantong yang akan mempermudah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) yang dapat ditularkan melalui kontak dengan teman sekolah dari berbagai lokasi. Ketika capaiam imunisasi BIAS tinggi dan merata menjangkau seluruh sasaran maka sekolah terlindungi dari penyakit PD3I.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi bahwa Imunisasi rutin terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi rutin harus mempunyai cakupan yang tinggi untuk masing-masing antigen yaitu minimal 95 persen. Namun capaian BIAS harus lebih tinggi yaitu minimal 98 persen.
Pada akhir pertemuan di sepakati bahwa BIAS Kelas 1 SD baru jika usia kurang dari 7 tahun dengan imunisasi DT, kelas 1 SD jika lebih dari 7 tahun dengan imunisasi Td, Kelas 2 dan 5 SD dengan imunisasi Td. Sertifikat imunisasi dapat di berikan jika sudah selesai sampai dengan imunisasi BIAS Td kelas 5 SD. Sertifikat ini dapat digunakan sebagai dokumen penting sebagai bukti status T5. Bagi calon pengantin yang sudah memiliki status T5 maka saat calon pengantin usia 25 tahun tinggal menunjukkan bukti sertifikat T5 maka tidak di perlukan lagi imunisasi Td. Berkoordinasi dengan sekolah dan Lintas Sektor (Dikpora dan Kementerian Agama serta tokoh masyarakat dan tokoh agama agar ikut mensukseskan kegiatan BIAS. Melaporkan hasil BIAS setiap hari melalui WA group. Acara di tutup dengan doa bersama demi kelancaran tugas dari masing-masing puskesmas. (Seksi P3KLB, 1 Nopember 2019)

Selengkapnya
22. Tanggal : 29-10-2019 Jam : 14::40

Monev garam pasar : dilakukan di pasar pituruh oleh Tim GAKI kabupaten

Monev garam pasar : dilakukan di pasar pituruh pada hari selasa tanggal 29 oktober 2019 oleh Tim GAKI kabupaten yang terdiri dari : Dinas Kesehatan, Bappeda, Satpolpp, dinas PPKP, Dinas sosial PPA & KBPP denangan hasil sebagai berikut : masih ditemukan penjual garam yang tidak beriodium (kata penjual otu garam untuk mencampur makanan ternak) dan masih ada garam yang kandungan iodiumnya kurang ( garam krokos). Dan garam ini yang banyak disukai ibu2 karena disamping harganya lebig murah juga mudah untuk "ngulek bumbu". Tindak lanjutnya para pedagang dan pembeli sudah diberikan penyuluhan oleh tim Gaki tentang cara memilih garam yang beriodium dan kegunaannya.

Selengkapnya
23. Tanggal : 28-10-2019 Jam : 14::30

NASIONALISME DAN PATRIOTISME DI ERA REVOLUSI 4.0

Upacara pengibaran bendera yang rutin dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo merupakan bagian sarana komunikasi unsur pimpinan untuk menyampaikan kebijakan, petunjuk, dan arahan yang dilaksanakan setiap awal kerja. Upacara bendera juga merupakan wujud rasa bangga dan penghormatan terhadap Sang Merah Putih, yakni sebagai lambang kebesaran dan kedaulatan negara, untuk meningkatkan rasa Nasionalisme dan Patriotisme sebagai abdi negara. Hal serupa juga ditunjukkan Mahasiswa Poltekes Kemenkes Semarang yang melaksanakan Praktek Kerja  Lapangan (PKL) dengan rasa penuh semangat menjadi bagian petugas upacara.
// Sebagian masa depan bangsa ini ada pada generasi muda Indonesia//

Selengkapnya
24. Tanggal : 28-10-2019 Jam : 13::31

Monev garam pasar dilakukan oleh Tim GAKI Kabupaten di pasar kaliboto

Monev garam pasar  dilakukan oleh Tim GAKI Kabupaten. Monev dilakukan pada hari senin tanggal 28 Oktober 2019 di pasar Kaliboto kecamatan Bener. Tim GAKI Terdiri dari : Dinas Kesehatan, Bappeda, Satpol PP, Dinsosppa&KB, Bagian Kesra Setda, polres, dan dina Kop & UKM. Hasil yang diperoleh : ada garam palsu merk ndang ndut yang tidak mengandung iodium. Padahal yg asli mengandung iodium. Dan masih ada penjual garam yang tidak mengandung iodoum. Dan telah fitindak lanjuti dengan penyuluhan kepada.para penjuan garam dan kepada paravpengunjung pasar kaliboto kec. Bener

Selengkapnya
25. Tanggal : 27-10-2019 Jam : 14::27

MERANGKUL KLINIK SWASTA MENUJU ELIMINASI TUBERKULOSIS DI KABUPATEN PURWOREJO

Dinas Kabupaten Purworejo terus melakukan upaya menuju eliminasi TB pada tahun 2028. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun jejaring dengan klinik swasta, diantaranya Klinik Asy-Syifa Medika, Klinik Quroaayun, Klinik Shafa Marwa, Klinik Umiyah, Klinik Az Zahra, dan Klinik Pratama. Kegiatan ini sejalan dengan himbauan wajib lapor kasus TB oleh Kementerian Kesehatan yang tertera dalam Surat Edaran HK.02.02/I/4181/2018.
Perkiraan kasus TB sebanyak 1.020.000 penderita per tahun. Sementara itu, dari hasil laporan Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu (SITT), hanya 47% kasus  yang dilaporkan dari insiden. Kasus TB yang belum dilaporkan (under-reporting) diseluruh fasilitas kesehatan sebesar 41%. Satu pasien TB dapat menularkan pada 10 orang disekitarnya. Jika banyak pasien TB yang tidak terlaporkan dan tidak diobati maka potensi penularan akan semakin besar.
Adanya  jejaring dengan klinik swasta diharapkan semua orang terduga TB yang berobat di klinik swasta dapat dijaring dan dilakukan pemeriksaan sesuai standar di puskesmas sesuai dengan wilayah kerja klinik tersebut. Sehingga pasien mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2022