Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo

Media Informasi

1. Tanggal : 25-10-2019 Jam : 09::28

12 DESA DI KECAMATAN NGOMBOL ODF

Pada Bulan September 2019 Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan verifikasi Desa ODF di 12 (dua belas) Desa di Kecamatan Ngombol, diantaranya yaitu Desa Ngentak, Girirejo, Wunut, Ringgit, Singkil wetan, Singkil Kulon, Tunjungan, Cokroyasan, Kumpulsari, Rasukan, Klandaran, dan Wasiat. Tim Verifikasi DKK Kab. Purworejo bersama Tim Puskesmas Ngombol serta didampingi oleh Babinsa, Babinkamtibmas, dan perangkat/kader melakukan survey lapangan dengan metode sampling. Dari hasil verifikasi mendapatkan hasil bahwa dari jumlah total sampling yang didatangi sudah menggunakan jamban sehat semua. Namun, ada beberapa jamban yang perlu dilakukan perbaikan seperti pralon atau tutup septik tank pecah. Adanya pernyataan Camat Ngombol mengenai pencairan Dana Desa Tahun 2020 yang mengharuskan Desa sudah ODF sehingga memicu Kepala Desa lain yang belum ODF di Kecamatan Ngombol tergerak agar segera menjadi Desa ODF.  Dalam melaksanakan kegiatan verifikasi masih ditemukan banyak warga yang belum melaksanakan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), limbah sampah dan limbah cair rumah tangga juga belum dilakukan pengelolaan dengan baik dan benar. Sampai di Bulan September 2019, cakupan Desa ODF di Kecamatan Ngombol mencapai 32 Desa (56,14%).

Selengkapnya
2. Tanggal : 21-10-2019 Jam : 08::00

RAPAT PEMBAHASAN CAPAIAN FISIK DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWOREJO

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melalui Sub Bag Renvalap dan Umum mengadakan rapat pembahasan realisasi fisik s/d bulan September 2019 dengan mengundang bendahara BOK dan Bendahara BLUD UPT Puskesmas se-Kabupaten Purworejo serta bendahara seksi Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Capaian fisik masing-masing kegiatan yang masih di bawah target menjadikan perhatian khusus sehingga kembali ditekankan cara penghitungan realisasi fisik yang benar dengan model berbobot. Diharapkan untuk penghitungan capaian fisik bulan selanjutnya masing-masing bendahara dapat menghitung tanpa kendala sehingga berdampak pada peningkatan pelayanan di bidang kesehatan

Selengkapnya
3. Tanggal : 15-10-2019 Jam : 08::02

MENCAPAI HAJI SEHAT TAHUN 2020 DINAS KESEHATAN LAKUKAN EVALUASI DAN KOORDINASI PERSIAPAN PEMBINAAN CALON JAMA’AH HAJI TAHUN 2020, Selasa, 15 Oktober 2019

Salah satu kewajiban umat islam adalah melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu. Dikatakan mampu adalah apabila mampu secara fisik dan mental. Dalam Surat Al Baqarah ayat 97 di jelaskan bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu (Istithaah) mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dengan demikian, istithaah menjadi hal penting dalam pelaksanaan ibadah haji.  Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomer 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji menyatakan bahwa seluruh jemaah haji harus dilakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan agar tercapai kondisi istithaah kesehatan haji. Istithaah merupakan salah satu syarat ibadah haji yang harus dipenuhi oleh jemaah haji agar dapat melaksanakan rukun haji dan wajib haji.
Istithaah Kesehatan Jemaah Haji merupakan kemampuan Jemaah Haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan. Beberapa hal yang baru pada Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji adalah pada pembagian kriteria penetapan Status Kesehatan Jemaah haji. Menurut dokter Chusni Spesialis Penyakit Dalam selaku narasumber pada kegiatan ini mengatakan,  “Jika calon jamaah haji sehat dan istithoah maka selama pelaksanaan rangkaian ibadah haji akan berjalan dengan lancar”, pada kesempatan yang sama juga disampaikan bahwa jamaah haji tahun 2019 pada umumnya sehat. Jika kasus jamaah dengan resiko tinggi dengan pendampingan orang harus diyakinkan bahwa pendampingnya adalah dari keluarga dekat sehingga dapat melayani jamaah yang didampingi dengan baik dapat melaksanakan ibadah dengan baik pula. Tidak usah memaksakan diri untuk beribadah sunah yang lainnya seperti umrah setiap hari 23 kali. Peran KBIH sangat dominan dari petugas kloter sehingga banyak jamaah yang memaksakan ikut kegiatan dari KBIH misalnya wisata rohani, itu yang akan membuat jamaah haji terutama lansia mengalami sakit, lanjutnya.
Evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2019 juga disampaikan oleh Kasie Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Purworejo bahwa niat dalam menunaikan ibadah haji sangat penting, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban apalagi kalau niatnya ingin meninggal di Arab saudi jelas bukan tujuan dari ibadah haji, namun harus diniatkan karena lillahi ta’alla karena Allah semata. Dalam kesempatan ini juga disampaikan bahwa ada Undang-undang No.8 tahun 2019 merupakan Pedoman terbaru dari Kementerian Agama yang harus dipedomani. Pembinaan dengan sistem zonasi merupakan salah satu dari inovasi pelayanan ibadah haji dari 11 inovasi yang ada. Peserta kegiatan adalah Dokter Pemeriksa Haji di Puskesmas     yang sudah dikuatkan dengan SK Bupati Purworejo mengenai Tim Pemeriksa Kesehatan Haji Kabupaten Purworejo.
    Diakhir pertemuan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, MM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim pemeriksa ibadah haji tahun 2019 bahwa semua jamaah haji dalam keadaan sehat. Pembinaan untuk tahun 2020 harus lebih rutin lagi dengan sistem yang baru sesuai dengan UU yang ada sehingga diharapkan calon jamaah haji lebih siap lagi dalam menunaikan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur dan mabruron, imbuhnya. Bagi dokter fungsional yang baru agar lebih menyesuaikan diri untuk menjadi tim pemeriksa haji. Besar harapan Kepala Dinas untuk dokter fungsional mendaftarkan menjadi petugas TKHI sehingga jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji lebih di perhatikan atau diutamakan, demikian tandasnya saat menutup acara pertemuan. (Seksi P3KLB, 15 Oktober 2019)

Selengkapnya
4. Tanggal : 05-10-2019 Jam : 13::25

KAJI BANDING ELIMINASI MALARIA

Pada hari kamis 26 September 2019, dusun Planditan Desa Legetan mendapat kunjungan Kaji Banding Dalam Rangka Eliminasi Malaria oleh Bangladesh Rural Advancement Commitee (BRAC). Desa Legetan pada tahun 2018 memang memiliki kasus malaria terbanyak se Kecamatan Bener sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan UPT Puskesmas Bener benar-benar fokus menuntaskan kasus tersebut agar tahun 2019 ini tidak terjadi kasus lagi. Dalam kunjungannya BRAC yang diwakili 4 orang, bersama perwakilan WHO, pemegang program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Litbang, petugas UPT Puskesmas Bener dan JMD Kecamatan Bener.

Rombongan BRAC disambut hangat oleh warga dusun Planditan dengan menampilkan kesenian tradisional dan dijamu dengan sajian khas Desa Legetan. Dalam sambutannya Kepala Desa Legetan Bapak Fauzi menyampaikan bahwa dalam rangka eliminasi Malaria telah dilakukan berbagai kegiatan dilakukan secara rutin. Kegiatan tersebut diantaranya bongkar semak yang dilakukan setiap 3  ulan sekali oleh seluruh warga beserta perangkat desa, pemasangan kelambu dan penanaman tanaman sereh yang dimonitoring langsung oleh Jumantik Desa Legetan, kegiatan MBS, Larvasida dan survey imigrasi bagi setiap warga yang baru datang dari luar kota oleh JMD.

Selengkapnya
5. Tanggal : 01-10-2019 Jam : 08::13

Inovasi Seger Limun Wujudkan Imunisasi lanjutan Bawah Dua Tahun (Baduta) penuhi target

Imunisasi merupakan upaya preventif. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menggelar acara yang bertajuk imunisasi. Program Serentak Bergerak Lindungi dengan Imunisasi (Seger Limun)adalah terobosan baru dalam mencapai imunisasi lanjutan Baduta 95%. Kegiatan telah dilaksanakan kurang lebih dua bulan dengan membentuk tim Seger Limun yang beranggotakan Kader Imunisasi, Ketua TP PKK Desa, Promotor Kesehatan, Bidan wilayah, Koordinator Imunisasi, Kepala Puskesmas sebagai koordinator lapangan. Dengan mengantongi  SK Kepala Dinas Kesehatan No.1884/93/VIII/2019 tentang Pembentukan Tim Seger Limun semua anggota tim bekerja secara maksimal.
Berawal dari terbentuknya kader imunisasi di desa dengan bekal Buku KIE Imunisasi saya lebih percaya diri dalam memberikan penyuluhan tentang imunisasi, menurut penuturan salah seorang kader. WA group dibuat sebagai sarana koordinasi antar anggota tim. Kegiatan yang dilaksanakan di posting melalui group imunisasi. Dalam sambutan pengarahannya Camat Kutoarjo Sumarjono mengatakan bahwa perlu adanya kepedulian dari berbagai sektor.
Pembentukan Tim Seger Limun di dua lokus. Terbentuknya kader imunisasi di desa dengan kegiatan: Pendataan sasaran bayi dan balita di wilayah melalui Sistem Informasi Posyandu. Bidan wilayah memasukkan semua sasaran dalam kohort  bayi dan balita. Kader Imunisasi melakukan penyuluhan imunisasi dengan media buku KIE di pertemuan PKK, Dasa wisma, posyandu. Pedekatan dan edukasi personal kepada warga yang masih belum mau mengimunisasikan bayi balitanya. Mencatat sasaran baduta yang belum imunisasi untuk dilaporkan ke bidan wilayah. Membuat jadwal imunisasi di desa.
“Terbukti bahwa dengan adanya tim Seger Limun mewujudkan capaian imunisasi lanjutan sesuai target. Terjadi percepatan dalam pencapaian program”
Herd  Immunity
Imunisasi memberikan kekebalan baik secara individu, kelompok, masyarakat dan Dunia. Herd Immunity  atau kekebalan kelompok akan terbentuk jika capaian imunisasi minimal 95%. Universal Child Imunitation (UCI) merupakan indikator imunisasi tatkala jumlah bayi dengan imunisasi lengkap mencapai minimal 85%. Kabupaten Purworejo masih terdapat 2 desa non UCI. Namun upaya terus dilakukan dengan menggandeng MUI dan Kementerian Agama. Sosialisasi juga dilakukan melalui acara di Car Free Day  (CFD) dengan membagikan bendera berisikan pesan imunisasi.  Dengan mengajak promotor kesehatan di semua puskesmas juga organisasi profesi giat imunisasi dapat dilakukan secara maksimal. Harapan nya di akhir tahun 2019 semua desa dapat mencapai UCI. Himbauan dari Kepala Bidang P2PL dr. Darus bahwa masing-masing desa harus mencapai UCI. “Kepala desa harus mengetahui berapa jumlah bayi  dan baduta  yang sudah mendapat imunisasi lengkap, melakukan pendekatan personal bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama sehingga masyarakat menyadari bahwa imunisasi bukan merupakan kepentingan individu namun juga kepentingan masyarakat”, demikian lanjutnya.
Pada kesempatan ini Camat Kutoarjo juga menyerahkan  piagam penghargaan bagi sekolah yang sudah mencapai BIAS Campak 100 persen pada bulan September 2019. Sekolah Dasar (SD) yang mendapatkan capaian 100 persen  berjumlah 12 SD dari 14 SD yang ada di wilayah Puskesmas Wirun. SD tersebut adalah SDN 1 WIRUN, SDN 2 WIRUN, SDN 3 WIRUN, SDN TURSINO, SDN KARANGREJO, SDN KALIGESING, SDN KEMADU LOR, SDN TEPUS WETAN, SDN TEPUS KULON, SDN 1 PACOR, SDN 2 PACOR dan SDN TUNGGORONO.
Bagi semua kader imunisasi di berikan piagam penghargaan oleh Kepala Bidang P2PL, juga bagi baduta dengan imunisasi lanjutan lengkap diberikan sertifikat imunisasi  oleh Kepala Puskesmas Wirun yang di buat sampai dengan kelas 5 SD saat BIAS Td. Sertifikat imunisasi sebagai dokumen resmi catatan imunisasi status 5 T, artinya bahwa dengan status 5 T, maka akan memberikan perlindungan terhadap penyakit tetanus dan difteri selama 25 tahun, sehingga jika seorang wanita ingin menikah tidak perlu imunisasi Td saat Calon Pengantin.  Bagi Tim Seger Limun diberikan cinderamata berupa mug berisi pesan imunisasi. 
Kegiatan evaluasi ini di tutup dengan closing statement oleh Kepala Bidang P2PL agar setiap desa memastikan semua sasaran terimunisasi dengan lengkap, mengingat masih adanya kasus penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi (PD3I). Adanya surat edaran dari Kementrian Kesehatan bahwa dilaporkan ada kasus Polio di Filipina, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya terhadap merebaknya kasus tersebut dengan mempertahankan cakupan imunisasi secara tinggi dan merata, paparnya (Seksi P3KLB, Oktober 2019)

Selengkapnya
6. Tanggal : 28-09-2019 Jam : 23::17

Kunjungan Tim Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) ke Malaria Centre dalam rangka study terkait penanggulangan penyakit Malaria

Kunjungan Tim Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) dalam rangka study terkait penanggulangan penyakit Malaria ke Kab. Purworejo. Hari pertama Tim BRAC datang bersama rombongan dari Kemenkes yang dipimpin oleh Dr. Ferdinand J. Laihad ke Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan diterima oleh Kadinkes Kab. Purworejo dr. Sudarmi, MM, dilanjutkan kunjungan ke Malaria Centre, RSU DR Tjutrowardojo dan Puskesmas Pituruh. Kunjungan hari kedua audiensi ke Setda Purworejo dilanjutkan ke PMI Cab Purworejo, Puskesmas Bener dan terakhir ke Desa Legetan Bener.

Selengkapnya
7. Tanggal : 25-09-2019 Jam : 09::50

IMPLEMENTASI PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT PADA KEGIATAN WORKSHOP PERKESMAS

Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) merupakan salah satu upaya puskesmas yang mendukung peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan memadukan ilmu/praktik keperawatan dengan kesehatan masyarakat lewat dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif seccara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.
Dinas kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan melakukan kegiatan Workshop Pelayanan Perkesmas di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo pada tanggal 24 sampai dengan 26 September 2019. Salah satu kegiatannya melakukan implementasi Perkesmas di Desa Semawung Kecamatan Purworejo. Dengan melakukan kunjungan rumah pada keluarga rawan dengan didampingi lintas sektor yaitu Pemerintah Desa dan Babinsa.

Selengkapnya
8. Tanggal : 25-09-2019 Jam : 08::20

PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Pengusaha Industri Rumah Tangga Pangan, bertempat di Joglo Rumah Makan Dargo, Rabu 25 September 2019.
Tujuan kegiatan antara lain untuk :
a)    meningkatkan pengetahuan penanggung jawab industri rumah tangga pangan agar mampu menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu.
b)    meningkatkan kesadaran dan motivasi produsen dan karyawan tentang pentingnya pengolahan pangan yang higienis dan bertanggungjawab terhadap keselamatan konsumen.
c)    mendapatkan Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan, sebagai salah satu syarat untuk mendaftarkan produk pangan ke Dinas PMPTSP Kabupaten Purworejo.
Peserta penyuluhan berjumlah 46 orang pengusaha industri rumah tangga pangan, dengan Nara Sumber dari Dinas Kesehatan dan dari Dinas PMPTSP Purworejo.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan satu hari efektif adalah :
a.    Peraturan perundang-undangan di bidang pangan
b.    Tata Cara Pendaftaran Perijinan PIRT
c.    Keamanan dan Mutu pangan
d.    Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP)
e.    Teknologi Proses Pengolahan Pangan
f.    Prosedur Operasi Sanitasi yang Standar (Standard Sanitation Operating Procedure / SSOP)
g.    Cara Produksi Pangan Yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT)
h.    Persyaratan Label dan Iklan Pangan

Selengkapnya
9. Tanggal : 24-09-2019 Jam : 10::46

SOSIALISASI PENANGANAN KEJADIAN LAKA DAN SAFETY DRIVING

Pada 23 – 24 September 2019 Dinas Kesehatan Purworejo mengadakan Sosialisasi Penanganan Kejadian Laka dan Safety Driving untuk perawat dan driver puskesmas se Kabupaten Purworejo. Hari pertama sesi belajar di kelas tentang pengetahuan penanganan laka lantas dipandu oleh Kanit lantas Bapak Mustofa dari Polres Purworejo. Dilanjutkan dengan paparan dan praktek dikelas penanganan pasien penurunan kesadaran dipandu oleh Bapak Mugihartadi dari Akper Purworejo. Pada hari kedua dilanjutkan praktek lapangan di depan kantor satlantas Polres Purworejo dipandu oleh Tim Polres Purworejo dan PSC 119 Dinas Kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan driver dan perawat puskesmas lebih terampil dalam menangani pasien laka lantas.

Selengkapnya
10. Tanggal : 24-09-2019 Jam : 09::59

EVALUASI KUNJUNGAN NEONATAL DAN KUNJUNGAN NIFAS DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWOREJO

Cakupan Kunjungan Neonatal (KN) dan Kunjungan Nifas (KF) di Kabupaten Purworejo setiap tahunnya sudah lebih dari 90 %. Upaya peningkatan KN dan KF baik secara kuantitas maupun kualitas diharapkan mampu meningkatkan kesehatan ibu dan bayi sehingga dapat menekan kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Pada tanggal 24 September di Aula RM Dargo dilakukan Evaluasi Pelaksanaan KN KF tingkat Kabupaten dengan melibatkan peserta terdiri dari Bidan Koordinator dan Korlap PKB Kecamatan. Pada Kegiatan tersebut dicapai kesepakatan untuk meningkatkan kualitas kunjungan Nifas dengan melibatkan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai upaya meningkatkan cakupan KB Pasca salin dengan melakukan edukasi KB bagi ibu nifas di ruang perawatan nifas Puskesmas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatan kesehatan ibu dan bayi yang pada akhirnya akan menurunkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Purworejo

Selengkapnya
11. Tanggal : 21-09-2019 Jam : 08::24

Pelatihan Aplikasi Simponi dan mekanisme Pembayaran Premi iur Jaminan Kesehatan bagi Pengawai Pemerintah Non PNS diLingkungan Dinas Kesehatan

Pelatihan Aplikasi Simponi dan mekanisme Pembayaran Premi iur Jaminan Kesehatan bagi Pengawai Pemerintah Non PNS diLingkungan Dinas Kesehatan.Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2019 di aula Dinas Kesehatan dan diikuti 27 peserta

Selengkapnya
12. Tanggal : 18-09-2019 Jam : 15::18

PEMBINAAN MUTU LAYANAN DI FASYANKES DASAR DAN FASKES RUJUKAN DALAM AKREDITASI PUSKESMAS KEMIRI

Survei akreditasi
Adalah kegiatan penilaian yang dilakukan oleh surveior untuk menilai tingkat kesesuaian FKTP- PUSKESMAS dalam menerapkan standar akrditasi yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan RI
Tujuan
-    Meningkat mutu layanan dan keselamatan pasien
-    Meningkatkan perlindungan bagi SDM Kesehatan masyarakat dan lingkungan serta Puskesmas
-    Meningkatkan Kinerja Puskesmas dalam pelayanan kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat( UKP dan  UKM) untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat
Setelah selesai pelaksanaan survei reakreditasi bukan berarti berakhir upaya untuk melakukan peningkatan mutu layanan tetapi merupakan awal dari upaya bersama melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan yang berkesinambungan, agar mutu pelayanan dapat ditingkatkan lebih baik lagi

Selengkapnya
13. Tanggal : 17-09-2019 Jam : 23::36

UPACARA KORPRI

Wujud kedisplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tuntutan profesionalisme Korps Pegawai Negeri Indonesia (Korpri) dijajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melaksankan Upacara Bendera setiap tanggal 17, Tentu ada makna lebih besar seiring dengan perubahan dan tuntutan pelayanan publik terhadap tanggungjawab dan mampu memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.
Dalam setiap upacara anggota Korpri selalu diingatkan tentang semangat PANCA PRASETYA KORPRI yaitu: (1).Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, (2) Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara, (3) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan, (4) Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia, dan (5)  Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme, Sehingga dapat memumpuk semangat ASN menjadi pelayan publik yang profesional, jujur dan bertanggungjawab.

Selengkapnya
14. Tanggal : 15-09-2019 Jam : 10::06

PEMANTAPAN PROGRAM IMUNISASI MELALUI SOSIALISASI PENTINGNYA IMUNISASI DI ACARA CAR FREE DAY

Dinas Kesehatan menggelar acara sosialisasi pentingnya imunisasi yang merupakan rangkaian kegiatan SERENTAK BERGERAK LINDUNGI DENGAN IMUNISASI (SEGER LIMUN). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penyebarluasan informasi yang aktual mengenai program imunisasi. Pada saat ini marak adanya isu di masyarakat bahwa imunisasi adalah haram karena bersinggungan dengan unsur bahan haram dan belum ada sertifikat halal dalam kemasan. Ada beberapa kelompok dimasyarakat yang belum mengetahui tentang kejelasan informasi imunisasi. Dinas Kesehatan sudah berupaya dengan menggandeng MUI Propinsi dan Kabupaten juga melibatkan Kementerian Agama untuk melakukan advokasi, koordinasi dan sosialisasi bersama dalam setiap kesempatan.
Pada kegiatan sosialisasi yang secara serentak dilaksanakan dengan menggandeng semua Promotor Kesehatan yang ada di Puskesmas bersama tim Dinas Kesehatan (P3KLB, P2, Promkes) dan juga melibatkan organisasi profesi (IBI Cabang Purworejo). Beberapa kegiatan yang di laksanakan diantaranya adalah pawai dengan membawa spanduk bertuliskan imunisasi dan pemberian bendera berisikan pesan imunisasi, pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim Puskesmas Purworejo dan hiburan organ tunggal. Bagi peserta yang sudah mampir diberikan paket berisikan contoh snack GERMAS (buah dan makanan lokal). Turut membuka dan memberikan sambutan adalah Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Promosi dan Kemitraan Kesehatan Drg. Eko Kadiyanti. “Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang paling efektif dan efisien dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak agar terlindungi dari penyakit spesifik yaitu TBC, Hepatitis B, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak, Rubella, Meningitis dan Pnemonia. Lebih baik dan murah upaya pencegahan daripada pengobatan”, tandasnya. 
Turut hadir dari koordinator imunisasi Puskesmas Purworejo Purnama Sitindaon, A.M.Keb bahwa tujuan imunisasi adalah upaya pencegahan yang spesifik, tidak ada penggantinya karena memang khusus untuk penyakit-penyakit yang sangat menular dan membahayakan bagi anak. Lindungi bangsa ini dari generasi yang lemah. Tetap berikan imunisasi sesuai jadwal, HB0 saat 2 jam setelah lahir, BCG dan Polio1 saat usia 1 bulan, DPT-HB-Hib1 dan Polio2 saat usia 2 bulan, DPT-HB-Hib2 dan Polio3 saat usia 3 bulan, DPT-HB-Hib3 dan Polio4 saat usia 4 bulan, IPV usia 6 bulan dan MR usia 9 bulan. Setelah 18 bulan kekebalan akan menurun untuk perlu di berikan lagi imunisasi lanjutan/boster yaitu MR dan DPT-HB-Hib. Imunisasi dapat di peroleh di posyandu gratis, demikian menurutnya.
Acara ini di akhiri dengan himbauan dari Kepala Seksi P2 Triyo Darmaji agar selalu memeriksakan kesehatan bagi keluarga dan putra – putri kita secara rutin melalui POSBINDU gratis di wilayah masing-masing. Tujuan dari pemeriksaan kesehatan adalah upaya skrining atau deteksi dini sehingga dapat mengetahui jika ada resiko atau keluhan penyakit dan secara dini dilakukan pengobatan juga pencegahannya. Salah satu diantara dengan imunisasi. Mari kita ciptakan generasi yang kuat, keluarga sehat, kelurahan/desa sehat, Kecamatan sehat, Propinsi sehat untuk Indonesia lebih sehat, demikian Triyo Darmaji mengakhiri sambutannya. Bagi pengunjung diberikan kuesioner untuk mengukur pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya imunisasi. (Seksi P3KLB, September 2019)

Selengkapnya
15. Tanggal : 11-09-2019 Jam : 23::39

STUDI BANDING PELAKSANAAN TRANSAKSI NON TUNAI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN WONOSOBO

Transaksi non tunai diperlukan seiring perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, berdampak secara signifikan pada perubahan-perubahan disemua bidang termasuk salah satunya dalam pengelolaan keuangan daerah yang makin modern, dengan ditandai perubahan paradigma menuju digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang diarahkan pada ketersediaan informasi data yang menghubungkan antar instansi secara, cepat, tepat, akurat, dan akuntabel. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo diwakili bagian keuangan melaksanakan studi banding terkait transaksi non tunai yang sudah dilaksanakan di Dinkes Wonosobo. Beberapa saran dan masukan melalui diskusi disampaikan terkait ujicoba transaksi non tunai sehingga bisa diantisipasi pada pelaksanaan di Kabupaten Purworejo.

Selengkapnya
16. Tanggal : 11-09-2019 Jam : 10::39

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM RANGKA PEMBINAAN PUSKESMAS PONED DAN MAMPU PERSALINAN KABUPATEN PURWOREJO DI RSUD TJITROWARDOYO KAB.PURWOREJO

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajad kesehatan masyarakat. Bahwa dalam rangka menurunkan AKI dan AKB, diperlukan upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam layanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan puskesmas dalam tatalaksana kegawatdaruratan matenal dan neonatal. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan RSUD dr. Tjitrowardojo membuat video tatalaksana kegawatdarutratan pada kasus perdarahan pasca salin, hipertensi dalam kehamilan dan asfiksia bayi baru lahir sebagai media pembelajaran bagi pembinaan tenaga kesehatan di puskesmas, pada kegiatan Pembinaan terpadu Puskesmas PONED dan Puskesmas mampu persalinan.

Selengkapnya
17. Tanggal : 09-09-2019 Jam : 23::33

SERAH TERIMA SK MUTASI JABATAN

Dalam rangka menciptakan keseimbangan antar tenaga kerja dengan komposisi pekejaan atau jabatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melakukan mutasi pegawai puskesmas terhadap dr. Dedy Sigit, Sp. BMM dan dr. Erih Wiliasari, Sp. KJ ke RS dr. Tjitrowardojo Purworejo. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menekankan bahwa hakekatnya mutasi adalah bentuk perhatian pimpinan terhadap bawahan, disamping tingkat keilmuan yang akan lebih bermanfaat dan berguna dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah bagian terpenting dalam seluruh pergerakan yang terjadi dalam lingkup kerja pemerintahan.

Selengkapnya
18. Tanggal : 09-09-2019 Jam : 15::33

Implementasi Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA ) Desa Tapen Kec.Pituruh Kab. Purworejo

Implementasi Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA )  Desa Tapen Kec.Pituruh, Kab. Purworejo adalah untuk membekali kader dengan pengetahuan, ketrampilan  dan alat bantu untuk mendukung ibu, ayah dan pengasuh dalam meningkatkan praktik pemberian makan kepada bayi dan anak serta ibu hamil secara optimal yang difokuskan pada Pemantauan Pertumbuhan, Pemberian ASI, Pemberian Makanan Pendamping ASI, Pemberian makan pada ibu, bayi dan anak berbasis masyarakat.

Selengkapnya
19. Tanggal : 09-09-2019 Jam : 15::30

Implementasi Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA ) Desa Plipiran Kec.Purworejo Kab. Purworejo

Pemberian makanan yang baik sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak anak.
Kegiatan yang dilakukan untuk mengintervensi anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah dengan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Tujuan implementasi Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA )  Desa Plipiran Kec.Bruno, Kab. Purworejo adalah untuk membekali kader dengan pengetahuan, ketrampilan  dan alat bantu untuk mendukung ibu, ayah dan pengasuh dalam meningkatkan praktik pemberian makan kepada bayi dan anak serta ibu hamil secara optimal yang difokuskan pada Pemantauan Pertumbuhan, Pemberian ASI, Pemberian Makanan Pendamping ASI, Pemberian makan pada ibu, bayi dan anak berbasis masyarakat.

Selengkapnya
20. Tanggal : 09-09-2019 Jam : 10::47

EVAKUASI PASIEN PENURUNAN KESADARAN OLEH PSC 119 DINAS KESEHATAN

Pada 9 September 2019, Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Purworejo mendapatkan laporan dari masyarakat adanya pasien yang mengalami penurunan kesadaran. Tim PSC segera mendatagi rumah pasien, memeriksa kondisi pasien dan segera merujuk pasien ke rumah sakit. Masyarakat yang mengalami kasus kegawatdaruratan dan perlu pertolongan bisa menghubungi Tim PSC 119 Dinas Kesehatan Purworejo dengan menghubungi Nomor telepon 0275 325141 atau 081 295 867 119.

Selengkapnya
21. Tanggal : 08-09-2019 Jam : 08::39

Kontingen Saka Bhakti Husada Kab Purworejo Mengikuti PERTIHUSADA VI kwarda Jawa Tengah Di desa Sambirata kec Cilongok. Kab Banyumas

A.    PENDAHULUAN
Satuan karya pramuka bakti Husada merupakan sarana dan wahana guna memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap kesehatan. Dalam rangka menggalakkan kegiatan saka bakti husada di Jawa tengah dan untuk mendukung program pembangunan di bidang kesehatan  di Indonesia,
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan koordinasi antar anggota saka Bakti Husada, maka Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui Pinsaka Bakti Husada akan melaksanakan kegiatan Temu Anggota Saka Bakti Husada dalam rangka memperingati hari Jadi Saka Bakti Husada yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2019 dan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa tengah bekerja sama dengan Kwartir daerah Gerakan pramuka akan mengadakan Perkemahan Bakti Husada ke VI tahun 2019, atau disingkat PERTIHUSADA KE-VI SBH 2019 pada bulan September 2019.
B.    TUJUAN
1.    Menjadikan Perkemahan Bakti Satuan Karya Bakti Husada Kwartir Daerah Tahun 2019,
2.    Mewujudkan kegiatan Perkemahan Bakti Satuan Karya Bakti Husada Kwartir Daerah Tahun 2019 sebagai sarana konsolidasi Organisasi menuju Saka Bakti Husada yang berdaya
3.    Memberikan kesempatan kepada Pramuka Penegak dan Pandega anggota Saka Bakti Husada untuk mengaktualisasikan dirinya agar mempunyai sikap mental, kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan yang positif
4.    Mempersiapkan anggota Saka Bakti Husada dalam rangka berperan aktif diprogram Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
5.    Memberikan tambahan pengalaman pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi anggota Saka Bakti Husada maupun masyarakat
C.    PESERTA
Peserta kegiatan ini adalah Anggota Saka Bakti Husada dari Kwarcab se-Kabupaten/Kota di Jawa tengah laki-laki sejumlah 10 orang dan 10 orang wanita, 2 orang Pimpinan kontingen dan 2 orang pendamping sehingga berjumlah 24 orang dari setian Kwarcab se Provinsi Jawa tengah.
D.    WAKTU DAN TEMPAT
Pertihusada dilaksanakan mulai hari mingu sampai dengan jumat  tanggal 8 sd 13 September 2019, di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok, Kabupaten Purworejo
E.    HASIL
BENTUK KEGIATAN
1.    Kegiatan Umum   Kegiatan keagamaan   Kegiatan Upacara   Kegiatan Olahraga
       Apel    Malam Bhinneka Tunggal Ika
2. Kegiatan Kesakaan       Pengenalan Saka     Pendalaman Krida (Job Creation)
3. Kegiatan Bakti Fisik    Bakti Krida Bina Lingkungan Sehat    Bakti Krida Bina Keluarga Sehat    Bakti Krida Pengendalian Penyakit    Bakti Krida Bina Gizi    Bakti Krida Obat    Bakti Bina PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
4. Kegiatan Bakti Non Fisik     Bakti Krida Bina Lingkungan Sehat     Bakti Krida Bina Keluarga Sehat     Bakti Krida Pengendalian Penyakit     Bakti Krida Bina Gizi     Bakti Krida Obat     Bakti Bina PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) 5.  Kegiatan Seni Budaya      Pentas Seni Budaya      Karnaval 6. Wawasan Kebangsaan      Materi Bela Negara      Materi Jiwa Korsa      Materi Revolusi Mental
A.    HASIL
1.    Kontingen dari Purworejo sampai di lokasi Perkemahan tanggal 9 September 2019 dan langsung menempati home stay yang berada di Rt 02 Rw 05 Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
2.    Mengikuti semua kegiatan yang telah di agendakan oleh panitia Pertihusada, Anggota kegiatan beserta kakak pembinanya sedangkan pinkon dan pendamping ada kegiatan tersendiri.
3.    Puncak kegiatan adalah malam Cakra atau malam api unggun.
4.    Kegiatan Pertihusada di Tutup dengan upacara penutupan yang dilakukan oleh Mabigus Kwarda Jawa Tengah.
5.    Tindak lanjut kegiatan Pertihusada di Kabupaten Purworejo adalah anggota Saka Bakti Husada yang telah mengikuti Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada diharapkan bisa menjadi kader penggerak di sekolah dalam bidang kesehatan.
6.    Adanya pangkalan Saka Bakti Husada di setiap Puskesmas di Kabupaten Purworejo.
7.    Adanya KMD (Kemah Mahir Dasar) bagi pembina Saka Bakti Husada.

Selengkapnya
22. Tanggal : 05-09-2019 Jam : 10::45

PELATIHAN APLIKASI MANUAL KELUARGA SEHAT

Pelatihan aplikasi manual keluarga sehat , diadakan pada tanggal 5 September 2019 oleh Dinas Kesehatan di aula 2 Dinas Kesehatan. Pada pelatihan tersebut dipandu oleh Bapak Mus Joko Ritanto, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar yang menyampaikan prosedur kegiatan PIS PK di Kabupaten Karanganyar dan selanjutnya praktek langsung , dibimbing oleh Bapak Agus Budiono, A.Md.Kep administrator PIS PK  dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Dengan pertemuan ini diharapkan administrator PIS PK Puskesmas di Kabupaten Purworejo lebih mudah dalam input data PIS PK, sehingga dihasilkan data yang valid.

Selengkapnya
23. Tanggal : 03-09-2019 Jam : 13::29

Implementasi Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA ) desa Sidorejo Kec.Purworejo dan desa Nambangan Kec.Grabag Kab. Purworejo

Tujuan Praktek Pemberian makan Bayi dan anak (PMBA ) adalah :
1.    Menjelaskan konsep PMBA
2.    Melakukan praktek Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
3.    Melakukan pemberian makan ibu hamil, ibu menyusui dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
4.    Melakukan pemantauan pertumbuhan
5.    Menjelaskan gizi dan kesehatan ibu
6.    Menjelaskan rujukan anak sakit ke fasilitas kesehatan
7.    Melakukan konseling PMBA

Selengkapnya
24. Tanggal : 03-09-2019 Jam : 09::47

PERTEMUAN AUDIT KEMATIAN IBU DAN ANAK PUSKESMAS BAYAN KEC.BAYAN KABUPATEN PURWOREJO

Dalam rangka mengurangi angka kematian Ibu,Bayi dan Balita yang terjadi di Wilayah Puskesmas Bayan, Puskesmas  mengadakan pertemuan Audit Sosial Kematian.Kegiatan ini di hadiri oleh Tenaga Kesehatan baik Medis dan Paramedis Puskesmas Bayan serta Dinas Kesehatan dalam hal ini seksi UKK dan Gizi. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai cara agar penyebab kasus kematian Ibu dan Anak di wilayah Puskesmas Bayan saat ini tidak terulang kembali di waktu yang akan datang.

Selengkapnya
25. Tanggal : 02-09-2019 Jam : 23::29

SOSIALISASI ATURAN PERILAKU DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWOREJO

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melakukan Sosialisasi terkait Aturan Perilaku terhadap tenaga ASN (Aparatur Sipil Negara). Aturan perilaku merupakan penjabaran nilai-nilai dasar yang merupakan standar perilaku minimum yang harus dipatuhi oleh setiap pribadi anggota organisasi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Diharapkan penegakan aturan perilaku akan meningkatkan kedisplinan, ketepatan, keramahan dan meningkatkan kinerja pelayanan terhadap masyarakat.

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2022